Laskar Banjar Borneo — Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) berbadan hukum Laskar Banjar Borneo (LBB) mengukir prestasi impresif di level internasional. Setelah konsisten membangun diplomasi dan sinergi sosial sejak tahun 2023, Laskar Banjar Borneo Mewakili Kalimantan Ke Jepang dalam ajang kemitraan strategis yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus hingga September 2026 di Tokyo.
Keterlibatan LBB dalam forum bergengsi di Negeri Sakura tersebut merupakan buah manis dari hubungan kerja sama yang dirintis selama tiga tahun terakhir. Berbagai sektor vital seperti pendidikan, pariwisata, penerapan teknologi, hingga aksi konservasi lingkungan menjadi fokus utama perundingan antara LBB dan para mitra di Jepang.
Mendorong Pencapaian SDGs dan Transformasi Citra Ormas
Kehadiran LBB di Tokyo tidak sekadar memenuhi undangan formal, melainkan membawa misi penting dalam mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Melalui 17 indikator pembangunan berkelanjutan tersebut, perhelatan internasional ini dirancang untuk mempererat kolaborasi antar-LSM dan Ormas secara lintas negara.
Keikutsertaan LBB sekaligus membuktikan bahwa organisasi publik lokal mampu bersaing dan dipercaya oleh lembaga internasional. Langkah ini diharapkan menjadi pionir bagi gerakan kemasyarakatan lain di Kalimantan untuk turut berkontribusi demi kemajuan daerah.
Ketua Umum Laskar Banjar Borneo, Herwan, menegaskan komitmen organisasinya saat memberikan keterangan resmi terkait keberangkatan timnya ke Tokyo.
” Kami (Laskar Banjar Borneo) berharap dengan mengikuti kegiatan di Tokyo – Jepang di bulan September tahun ini, bisa menjadi langkah perubahan bagi sudut pandang masyarakat terkait ormas, kami sangat peduli terkait peran pendamping untuk masyarakat dan menjadi wadah aspirasi masyarakat sesuai Undang Undang, dan berharap untuk pemerintah yang ada di Kalimantan bisa ikut serta kerjasama dengan kami untuk berjalan lancarnya acara ini kedepan ” Pungkas Herwan, Ketua Umum Laskar Banjar Borneo.
Herwan juga menyoroti pentingnya sinergi antara organisasi masyarakat dan pemangku kebijakan daerah agar dampak dari program ini dapat dirasakan langsung oleh publik.
“ Saya pribadi juga sangat berharap untuk Pemerintah yang ada di Kalimantan untuk bisa berpartisipasi dalam kegiatan ini, seperti bantuan untuk kami bisa menghadiri kegiatan tersebut sehingga dapat kami aplikasikan ilmu yang didapat disana untuk kemajuan masyarakat yang ada di Kalimantan “ lanjutnya.
Proses Panjang Diplomasi Dua Tahun
Undangan resmi yang diterima LBB dari pihak Jepang bukanlah proses yang instan. Langkah awal dipelopori sejak tahun 2024 ketika delegasi LBB melakukan kunjungan kerja langsung ke Tokyo guna mematangkan detail kesepakatan.
Setelah melalui proses negosiasi dan pematangan konsep selama kurang lebih dua tahun, LBB akhirnya memetik hasil nyata. Keberangkatan ini diharapkan membuka peluang investasi sosial dan transfer pengetahuan yang aplikatif bagi kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Kalimantan.
